Empat Fakta Pilu Pembunuhan Sekeluarga Di Indonesia

Empat Fakta Pilu Pembunuhan Sekeluarga Di Indonesia – Nemu Wae.

Empat Fakta Pilu Pembunuhan Sekeluarga Di Indonesia
Empat Fakta Pilu Pembunuhan Sekeluarga Di Indonesia

Empat Fakta Pilu Pembunuhan Sekeluarga Di Indonesia – Nemu Wae.

Sadis, mungkin itu yang akan terlontar dari mulut seseorang begitu mendengar kabar telah terjadi pembantaian atau pembunuhan pada sebuah keluarga.

Belum lama ini, peristiwa berdarah itu telah terjadi dan menggegerkan Tanah Air. Bagaimana tidak, saat ditemukan kondisi para korban sangat mengenaskan. Ada yang ditembak, dibakar atau terkena sabetan senjata tajam.

Pembunuhan satu keluarga ini terjadi di Makassar, Palembang, Samosir, dan Deli Serdang. Motif di balik pembunuhan sadis tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.

Empat Fakta Pilu Pembunuhan Sekeluarga Di Indonesia – Nemu Wae.

Berikut sejumlah fakta pilu di balik motif pembunuhan satu keluarga di Tanah Air yang berhasil terkuak:

1. Utang Narkoba

Akbar Daeng Ampuh alias Rangga pelaku pembakaran sekeluarga di Makassar
Akbar Daeng Ampuh alias Rangga pelaku pembakaran sekeluarga di Makassar

Peristiwa berdarah pertama terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri, anak, dan tiga orang cucu tewas dibakar di dalam rumah di Jalan Tinumbu, Lorong 166 B, Makassar, Senin, 6 Agustus 2018, pukul 03.45 WITA.

Tak perlu waktu lama bagi polisi untuk mengetahui bahwa kebakaran itu merupakan pembunuhan terencana. Saat satu per satu komplotan pembunuh sadis itu berhasil dibekuk dan berhasil diungkap motif di balik pembunuhan tersebut. Utang narkoba jenis sabu.

“Seluruh pelaku yang sudah diamankan ada 5 orang. Beberapa di antaranya masih buron,” kata Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar, Senin, 13 Agustus 2018.

Ahmad Fahri (25), salah satu korban diketahui memiliki utang narkoba sebesar Rp 10 juta kepada Akbar Daeng Ampu yang berstatus napi kasus pembunuhan dan tengah menjalani hukumannya di Lapas Kelas 1 Makassar.

Lewat penagih utang dan empat pelaku lainnya yang belakangan diketahui bagian dari sindikat narkoba, Akbar meminta uang tersebut.

Zulkifli Amir, salah satu pelaku yang terlibat dalam aksi pembakaran tersebut mengungkapkan, dia nekat membakar rumah saat korban dan kerabatnya masih di dalam rumah. Karena Fahri berencana kabur ke Kendari dan tidak mau membayar utang narkoba tersebut.

Enam orang pun tewas dalam kebakaran tersebut. Mereka adalah pemilik rumah H Sanusi (70), istrinya Hj Bodeng (65), anak perempuannya Musdalifa (30), serta cucunya Ahmad Fahri (25), Namira Ramadina (21), dan Hijas (2,5).

Para pelaku pembunuh sadis satu keluarga di Makassar merupakan sindikat narkoba
Para pelaku pembunuh sadis satu keluarga di Makassar merupakan sindikat narkoba

Empat Fakta Pilu Pembunuhan Sekeluarga Di Indonesia – Nemu Wae.

2. Wanita Idaman Lain (WIL)

Fransiskus Xaverius Ong dan keluarganya saat merayakan ulang tahun anak bungsunya ke-10 tahun
Fransiskus Xaverius Ong dan keluarganya saat merayakan ulang tahun anak bungsunya ke-10 tahun

Sementara itu, polisi memastikan motif pembunuhan satu keluarga di Palembang, Sumatera Selatan, berawal dari masalah internal keluarga.

Munculnya orang ketiga atau wanita idaman lain (WIL) di tengah-tengah pasangan FX Ong (45) dan istrinya MG (42) diduga menjadi awal masalah hingga berujung pada pembunuhan.

Diduga, MG ingin meminta cerai, karena beberapa kali suaminya ketahuan berhubungan dengan WIL. Namun, FX Ong bersikeras mempertahankan rumah tangganya. Dia bahkan sempat ingin bunuh diri dengan memasukkan pistol ke dalam mulutnya, jika sang istri ingin tetap minta cerai.

Salah satu pembantu rumah tangga FX Ong, kerap mendengar kala pasutri itu ribut karena adanya dugaan orang ketiga dalam rumah tangganya.

Sampai pada Rabu dini hari, 24 Oktober 2018, sang pembantu rumah tangga menemukan keempat korban tewas secara mengenaskan di kamarnya masing-masing.

Fransiskus Xaverius Ong (45), Margareth Yentin Liana (45) dan kedua anaknya Rafael Fransiskus (18) dan Kathlyn Fransiskus (11), ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tembak di bagian wajah dan kepala.

Polda Sumatera Selatan menyimpulkan kasus kematian satu keluarga di Palembang, murni bunuh diri. Pelaku utamanya adalah Fransiskus Xaverius Ong yang menembak istri dan dua anaknya.

Hal ini berdasarkan hasil laboratorium forensik, dimana terdapat sisa bekas tembakan pada gagang senjata rakitan dan sidik jari pelaku.

Empat Fakta Pilu Pembunuhan Sekeluarga Di Indonesia – Nemu Wae.

3. Faktor Ekonomi dan Sakit Hati

JS pelaku pembunuhan dan bunuh diri di Samosir
JS pelaku pembunuhan dan bunuh diri di Samosir

Kejadian serupa juga terjadi pada satu keluarga di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Pasangan suami istri berinisial JS (32) dan LG (32) beserta dua balitanya berinisial RS (4), dan FIS (2) ditemukan tewas di dalam kamar, Rabu dini hari, 24 Oktober 2018.

Polisi sempat menduga kejadian ini mirip dengan kasus pembunuhan di Palembang. Namun, mendapat penolakan dari keluarga, karena merasa ada orang lain yang ikut terlibat.

Setelah diselidiki dan berdasarkan bukti-bukti di lapangan, polisi memastikan pembunuhan diduga kuat dilakukan JS (32) sendiri, selaku kepala rumah tangga.

Dari hasil keterangan saksi baik dari keluarga korban dan tetangga, hubungan antara JS dan RG tidak harmonis sejak 6 bulan belakangan. Pelaku bekerja sebagai petani tuak, disebut tidak pernah lagi memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya.

“Akibat tidak harmonis, istri dan anaknya sering pergi dan menginap di rumah orangtuanya,” jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja.

Tatan menyebut diduga pelaku JS terlebih dahulu melakukan penganiyaan terhadap istri dan anaknya. Bahkan sang istri meninggal dalam kondisi hamil 6 minggu.

Selanjutnya JS bunuh diri dengan cara menyayat urat nadi tangan kiri menggunakan pisau.

LG dan dua balita RS dan FIS di Samosir
LG dan dua balita RS dan FIS di Samosir

Empat Fakta Pilu Pembunuhan Sekeluarga Di Indonesia – Nemu Wae.

4. Sakit Hati Kerap Diejek

Muhajir dan istrinya Suniarti serta Muhamad Solihin anak yang berusia 12 tahun di Deli Serdang
Muhajir dan istrinya Suniarti serta Muhamad Solihin anak yang berusia 12 tahun di Deli Serdang

Korban pembunuhan sadis selanjutnya menimpa pada Muhajir, istrinya Suniarti dan Muhamad Solihin anaknya yang berusia 12 tahun asal Deli Serdang, Sumatera Utara.

Otak dari pembunuhan tersebut diketahui adalah tetangganya sendiri yang dibantu dua rekannya.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengungkapkan, pelaku telah merencanakan aksi tersebut dua hari sebelum keluarga Muhajir diculik dan dibunuh, pada 9 Oktober 2018.

Agus Hariadi mengaku sakit hati lantaran korban kerap mengejek bentuk fisik tubuhnya yang tambun.

Jasad sang istri ditemukan terakhir di perairan Laut Batubara, sedangkan suami dan anak bungsunya ditemukan terlebih dahulu sekitar 30 kilometer dari rumah korban.

Tersangka pembunuhan 1 keluarga di Deli Serdang
Tersangka pembunuhan 1 keluarga di Deli Serdang
Muhajir dan istrinya Suniarti
Muhajir dan istrinya Suniarti
Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

Nemu Wae

Informasi Menarik Setiap Hari

Silakan Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.